Sumber Gambar: ilustrasi
Kabupaten Sleman belakangan ini dihebohkan oleh fenomena kemunculan api misterius yang melanda rumah warga di Kapanewon Seyegan. Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama BPBD Sleman turun tangan untuk mengungkap teka-teki ini secara ilmiah. Berdasarkan hasil investigasi laboratorium terhadap sampel sisa pembakaran, para ahli memastikan bahwa fenomena ini bukanlah disebabkan oleh kebocoran gas alam. Tim peneliti justru menemukan residu polyvinyl chloride (PVC) yang mengindikasikan adanya substansi kimia solvent yang terbakar, meski pemicu awal atau pemantik api tersebut masih terus diselidiki agar kecemasan warga dapat segera diredam.
Di sisi lain, atmosfer kegembiraan mulai terasa di kawasan warisan budaya seiring dengan matangnya persiapan Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026. Gelaran musik internasional tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 3-5 Juli mendatang di pelataran Candi Prambanan. Menampilkan perpaduan megah antara musisi jazz papan atas—termasuk grup legendaris internasional Michael Learns To Rock—dan kemegahan candi abad ke-9, festival ini tidak hanya menjadi magnet bagi para pecinta musik, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan diplomasi budaya yang memperkuat daya tarik pariwisata Yogyakarta di kancah global.
Guna memastikan seluruh rangkaian agenda masyarakat dan event internasional tersebut berjalan dengan aman, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) terus mengintensifkan upaya menjaga kondusivitas wilayah. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Polda DIY aktif menggelar berbagai aksi preemtif dan preventif, mulai dari kegiatan bakti religi serentak di berbagai rumah ibadah demi merajut kerukunan umat, hingga persiapan operasi kewilayahan seperti Operasi Patuh Progo. Langkah-langkah strategis ini diambil demi menjamin keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota budaya ini.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.