Larangan Mengenakan Baju Hijau di Pantai Selatan dari Sisi Ilmiah

Bagikan:
๐Ÿ“… 13 May 2026 โ€ข ๐Ÿ‘๏ธ 34 views โ€ข ๐Ÿท๏ธ Jogja โ€ข โœ๏ธ ojan Sumber Gambar:

Yogyakartaโ€”Pantai selatan Jawa, khususnya wilayah Yogyakarta, kaya akan mitos dan legenda yang kuat di masyarakat setempat. Selain itu, mereka memikat dengan keindahan alam dan ombak yang lembut. Salah satu legenda yang paling populer dan sering dibicarakan adalah larangan mengenakan pakaian hijau saat mengunjungi pantai. Legenda ini mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul, penjaga pantai selatan, menyukai warna hijau, dan orang-orang yang berani mengenakan pakaian hijau adalah mereka yang larangan mengenakan pakaian hijau saat mengunjungi pantai adalah salah satu yang paling banyak dibicarakan dan dibahas.
 

Sebuah legenda mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul, penjaga pantai selatan, menyukai warna hijau, dan siapa pun yang berani mengenakannya saat bermain di pantai akan "disukai" oleh ratu laut, yang kemudian tersapu arus kuat dan hilang di laut.  Apakah legenda ini masih relevan di zaman sekarang? Atau hanya topik diskusi ringan di antara orang-orang yang berkumpul untuk bersantai? Meskipun kemajuan pesat dalam bidang teknologi dan informasi, mitos mengenakan pakaian hijau masih sangat relevan dan tertanam kuat di sebagian besar orang, terutama penduduk pantai selatan Jawa. 

Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan merupakan bagian penting dari budaya lokal yang dihormati. Banyak wisatawan, terutama dari kota-kota besar di Indonesia, masih memilih untuk tidak mengenakan pakaian hijau sebagai tanda penghormatan atau penghormatan. Meskipun mereka tidak benar-benar percaya pada aspek mistisnya, banyak wisatawan, terutama dari kota-kota besar di Indonesia, masih memilih untuk tidak mengenakan pakaian hijau sebagai tanda penghormatan atau tindakan pencegahan.

Penjelasan ilmiah di balik larangan pakaian hijau Meskipun ada alasan mitologis di balik larangan memakai pakaian hijau di pantai selatan, ada alasan ilmiah yang kuat di balik larangan tersebut untuk keselamatan. Koordinator Area Operasi Khusus Penyelamatan Unit Perlindungan Masyarakat III Pantai Parangtritis, M. Arif Nugraha, menjelaskan bahwa pakaian hijau, seperti pakaian biru, menyerupai warna air laut, sehingga sulit bagi tim penyelamat untuk menemukan seseorang yang terseret arus atau tenggelam dari jarak jauh. 

Dalam situasi darurat, visibilitas sangat penting, dan warna yang menyatu dengan dasar laut dapat sangat menghambat pencarian dan penyelamatan.  Ini membuat tugas penyelamat lebih sulit untuk menemukan orang yang terseret arus atau tenggelam dari jarak jauh.
Dalam situasi darurat, visibilitas sangat penting, dan kombinasi warna dengan dasar laut dapat menghambat pencarian dan penyelamatan. 
 

Oleh karena itu, tim penyelamat selalu menyarankan wisatawan untuk mengenakan warna-warna cerah atau mencolok, seperti oranye atau merah muda, agar mereka lebih mudah dikenali jika terjadi insiden. Pantai selatan juga dikenal karena ombaknya yang besar dan arus bawah laut yang kuat, termasuk arus rip, yang sangat berbahaya dan dapat menyeret perenang ke laut dalam sekejap.

 


๐Ÿ“ฐ Berita Terkait
Jogja
Aturan Perpanjangan Tenor KPR oleh KEMENPKP akan Selesai Tah...
Jogja
MBG Resmi Dihentikan Sementara
Jogja
Kementerian ESDM Luruskan Hoaks Ajakan Pindah ke Solar Bersu...
Jogja
Ragam Kabar Yogyakarta: Dari Teka-Teki Api Seyegan hingga Ha...
Jogja
Deretan Tuntutan Terhadap Pemerintah Dari Aksi Gejayan Meman...