Sumber Gambar: Persib Bandung
Perjalanan klub Super league telah berakhir untuk musim 25-26. Klub asal kota Bandung telah ditasbihkan sebagai pemenang kompetisi tertinggi di sepak bola Indonesia ini. Sepanjang musim Persib mampu mengarungi musim ini dengan sangat baik. Torehan kemenangan mampu diberikan oleh skuad sehingga mereka menjadi juara liga. Kendati mengalami fase rebuild hal ini tak membuat tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut mengalami kemunduran. Persib yang telah meraih gelar sebanyak dua kali secara beruntun dirubah manajemen untuk penyegaran skuad dalam meraih hasil yang lebih baik kedepannya. Pemain Asing seperti Kevin Mendoza, Nick Kuipers, Gustavo Franca, Mateo Kocijan, Tyronne del Pino, Gervane Kastaneer, Ciro Alves dan David da Silva dilepas oleh Persib. Disatu sisi pemain lokal pun juga ada yang meninggalkan tim ini. Nama seperti Victor Igbonefo, Edo Febriansyah, Zalnando, Henhen, Ahmad Agung, Ryan Kurnia dan Dimas Drajad pergi dari kota Kembang. Hal ini membuat Persib memasuki era baru untuk musim mendatang dengan para pemain barunya.
Transfer Awal Musim
Setelah melepas pemain asing yang menjadi kunci permainan beserta pemain lokal sebagai pemain pendukung, Persib Bandung segera mendatangkan pemain berprofil tinggi sebagai pemain pengganti. Di pos kiper, Persib mendatangkan Adam Przybek dimana kiper yang berasal dari Wales ini sering masuk ke best eleven of the weeks Liga utama Wales. Pos bertahan tim mendatangkan Patricio Matricardi dari klub Rumania yakni FC Botosani, Julio Cesar bek jangkung dari Chiangrai United, Frans Putros yang menjadi andalan lini belakang Port FC serta timnas Irak mendarat ke kota Bandung. Pos gelandang sendiri diisi oleh Luciano βLuchoβ Guaycochea dari Perlis FA, William Marcilio yang didatangkan dari Arema menjadi pemain asing yang mendampingi Lucho dilini tengah. Sementara untuk pos penyerang persib mendatangkan Berguinho sang pemain serba bisa diposisi penyerangan dari Borneo FC, Uilliam Barros yang datang dari Al-Fahaheel Kuwait serta top skor liga Kamboja yakni Ramon Tanque datang dari tim Visakha FC.
Kedatangan para pemain ini juga diimbangi dengan kedatangan pemain lokal yang dapat memperkuat pos yang ditinggalkan pemain sebelumnya. Nama seperti Saddil Ramdani yang lama malang melintang di sepak bola Malaysia bersama Sabah FA dan Alfeandra Dewangga dari PSIS Semarang yang baru saja degradasi datang ke skuad penuh bintang ini. Kendati mendapat pemain dengan kualitas mentereng namun Persib seret kemenangan di 3 laga awal Super League. Maung Bandung hanya mampu meraih 1 kemenangan saja dari 3 laga awal dimana di dua pertandingan lainnya mereka menerima hasil remis dari PSIM Yogyakarta dan kekalahan dari Persijap Jepara. Hasil kurang memuaskan ini membuat tim kepelatihan harus memutar otak. Persib lalu menambal kekurangan dengan melakukan gebrakan di bursa transfer. Tim merekrut striker kebangsaan Prancis yakni Andrew Jung yang musim sebelumnya bermain untuk OFI Crete dan Federico Barba yang didatangkan dari FC Sion dari Liga teratas Swiss. Tak hanya mendatangkan pemain asing dengan profil tinggi, Persib juga mendaratkan Thom Haye dan Eliano Reijnders yang musim sebelumnya bermain bersama Almere City serta PEC Zwolle ke kota Bandung.
Awal Baru Di Era Super League
Dengan skuad ini Persib diharapkan mampu meraih kemenangan untuk kedepannya. Memang kemenangan pada akhirnya menghampiri Persib di pekan ke-5 liga kala mereka menjamu Persebaya Surabaya dengan hasil akhir 1-0 untuk kemenangan Persib dan dilaga berikutnya mereka mendapat kemenangan dramatis dari tuan rumah Arema dengan skor 1-2. Namun, kemenangan ini harus berhenti dilaga Persib melawan Persita Tangerang. Di laga tersebut Persib kalah 2-1 dari Pendekar Cisadane yang tampil sangat baik sepanjang laga. Tim asuhan Bojan Hodak setelah mendapat kekalahan ini lantas langsung mengamuk dengan mengalahkan PSBS di kandang mereka dengan skor 0-3.
Setelah kemenangan atas PSBS di pekan ke-9, Persib mampu mengoleksi 6 kemenangan beruntun dan mampu mencetak 11 gol dan kebobolan 4 gol saja. Torehan ini tentunya menjadi modal bagus untuk menghadapi laga melawan pesaing juara lainnya yakni Malut United. Namun, dilaga melawan tim asal Kota Ternate tersebut skuad asuhan Bojan Hodak harus mengakui keunggulan Malut United dengan menelan kekalahan 2-0 dari sang tuan rumah. Meski begitu di dua laga sisa mereka mampu meraih kemenangan dengan atas Bhayangkara serta PSM dan membuat Persib untuk pertama kalinya naik ke peringkat 1 klasemen Super League sebelum 2026.
Bertahannya Persib di peringkat 1 hanya bertahan sebentar saja pasalnya setelah menjalani libur tahun baru, Persib ditahan imbang Persik Kediri dan membuat mereka terjun ke peringkat 2 klasemen sementara. Hasil ini tentunya menjadi modal buruk untuk menjalani pekan terakhir di putaran 2 menghadapi rivalnya, Persija Jakarta. Turunya Persib bukannya menjadi beban tapi malah menjadi motivasi pemain untuk mengambil alih tampuk pimpinan dengan mengalahkan Persija di GBLA dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Pergantian Komposisi Pemain Dipertengahan Musim
Meskipun pada akhirnya Persib mampu meraih peringkat satu klasemen sementara, hal ini tak membuat Bojan Hodak selaku kepala pelatih terkesan pasalnya ia melihat bahwa tim ini perlu adanya sentuhan pemain baru di satu sisi ia juga sadar bahwa harus ada pemain yang dikorbankan agar skema yang dapat ia jalankan berjalan lancar. Selama putaran pertama berlangsung Maung Bandung terkadang sering mendapatkan kemenangan dengan ugly win. Tentunya Bojan sebagai pelatih tak puas kalau hanya memenangkan kemenangan dengan mengandalkan ugly win saja.
Gebrakan ia mulai dengan melepas William Marcilio yang bermasalah dengan tim kepelatihan disatu sisi ia juga melepas Hehanusa bersaudara yang dianggap kurang bisa bersaing di skuad Persib saat ini. Perubahan posisi juga dilakukan dimana Dewangga yang dalam putaran pertama ditempatkan dipos gelandang bertahan tak mampu menjawab dengan baik dipindah ke bek sayap kiri dimana ia mampu menampilkan performa terbaiknya. Dengan pergantian ini Persib langsung bergerak cepat dengan mendatangkan Layvin Kurzawa yang mampu memberikan dimensi permainan lebih melalui skill nya. Kembalinya Dedi Kusnandar dari Bhayangkara Presisi menambah kedalaman lini tengah Persib dan datangnya Dion Markx dari klub Belanda menambah kedalaman lini bertahan Persib.
Menjalani 2 pertandingan pertama di paruh musim ke-2. Persib hanya mampu meraih kemenangan 1 gol saja dari tim seperti Persis Solo dan PSBS Biak. Hal ini membuat Bojan Hodak bergerak cepat dengan mengamankan satu pos striker untuk diisi oleh Sergio Castel. Datangnya pemain berkebangsaan Spanyol ini membuat Persib harus membuang satu pemain asingnya dalam skuad yang didaftarkan di Super League. Adam Przybek menjadi tumbal yang dipilih Persib agar mampu mengakomodasi Sergio Castel ke tim. Perjudian ini membuat Persib harus mendaftarkan kembali pelatih kipernya yang baru saja pensiun yakni Made Wirawan menjadi kiper pelapis ke-4 tim.
Skuad Berlapis yang Memberikan Banyak Opsi
Dipos bek tengah, Persib memiliki Barba yang memberikan komando dilini belakang dan mampu bermain versatile sebagai bek sayap kiri. Menemani Barba dilini tengah, Matricardi menjadi tandem solid bek asal Italia tersebut dengan kemampuan bertahannya yang menyulitkan striker lawan. Pelapis dari mereka yakni Julio Cesar menawarkan pertahanan level tinggi untuk mengawal striker jangkung tim lawan serta menjadi tambahan amunisi bila Persib bermain dengan skema bola mati memanfaatkan tubuh tingginya. Kakang yang menjadi pemain bertahan serba bisa sering diplot sebagai bek kanan bila Persib hendak bermain dengan skema bangun serangan dari bawah berbasis 3 bek ataupun jika bermain menyerang lewat sayap Kakang menawarkan umpan silang yang bagus bagi rekan setimnya. Adanya pemain berpengalaman seperti Achmad Jufriyanto dan bek muda Dion Markx menambah opsi bertahan Persib bila pemain utama sedang berhalangan main.
Pos bek sayap, Persib memiliki banyak permain serba bisa. Frans Putros yang dapat bermain sama baiknya dipos bek kanan, kiri atau gelandang menawarkan determinasi dan pengalaman bermain dikompetisi atas serta kemahirannya bermain diposisi yang berbeda tanpa mengurangi kualitasnya. Selain Putros lini kanan belakang Persib juga memiliki pemain seperti Eliano Reijnders yang dapat bermain dimana saja dengan determinasi yang dimiliki serta daya jelajah lapangan yang sangat tinggi. Pos bek kiri ditempati pemain kidal seperti Dewangga yang dapat bermain sebagai defensive fullback ataupun inverted fullback guna memenuhi lini tengah. Kedatangan Layvin Kurzawa menawarkan dimensi permainan umpan silang Persib yang dapat memanjakan pemain depan.
Kedatangan Thom Haye membuat Persib mendapat jenderal lini tengah dalam mengatur ritme permainan. Di Persib Thom diberi kebebasan untuk menyerang dengan umpan visionernya secara bebas karena posisinya dapat di cover pemain seperti Lucho yang memiliki daya jelajah tinggi ataupun Adam Alis. Tak hanya mampu menjadi pelindung Thom Haye, kedua pemain ini mampu memberikan serangan kejutan lewat eksekusinya ke gawang lawan dan membuat Persib memiliki lini kedua sebagai eksekutor bila lini serang dijaga ketat oleh lawan. Disatu sisi di pos gelandang bertahan Persib memiliki Marc Klok yang telah khatam di posisi ini sedari awal meniti karir di Indonesia. Disatu sisi kedatangan pemain veteran seperti Dedi Kusnandar menjadi pelapis sempurna Marc Klok bila Persib menginginkan skema deep-playing midfielder dalam menginisiasi serangan. Hadirnya pemain seperti Robi Darwis memberikan kedalaman skuad yang lebih lewat kemampuannya yang dapat bermain sebagai gelandang box to box serta lemparan jauhnya yang memberikan warna bagi serangan Persib.
Lini Penyerangan juga memberikan kedalam skuad yang sangat baik. Berguinho dapat diposisikan sebagai gelandang penyerang ataupun sayap kanan maupun kiri dengan sama baiknya. Disatu sisi ia sendiri memiliki skill olah bola diatas rata-rata serta keeping bola yang sangat handal. Selain ia yang dapat bermain di banyak posisi, Persib juga memiliki Beckham Putra yang dapat bermain sebagai playmaker dengan umpan ataupun dapat menjadi eksekutor bola dengan tendangan plesingnya dari sudut sempit. Saddil Ramdani juga memberikan warna lewat penetrasinya dari sisi kiri maupun kanan dengan tendangan gledek yang dimilikinya. Sementara itu Uilliam Barros mampu memberikan positioning yang baik saat menyerang dan bertahan sehingga ia menjadi senjata pamungkas Persib yang senyap.
Tak berbeda jauh dengan lini serangnya, ujung tombak Persib juga memiliki pemain dengan karakter yang berbeda. Andrew Jung menjadi striker modern yang dimiliki Persib dengan penempatan posisi dan kemampuan build up satu dua dengan pemain lainnya. Ia sendiri juga memiliki finishing klinis serta sundulan yang baik dalam menjebol gawang lawan. Ramon Tanque sendiri mampu menjadi sosok yang dapat berperan penting dalam memberikan ruang bagi pemain lainnya. Kemampuannya yang dapat roaming serta melindungi bola dengan fisik serta kemampuan larinya membuat Ramon menjadi senjata Bojan Hodak bila ia menginginkan timnya bermain serangan balik cepat. Kehadiran Sergio Castel memberikan aroma ancaman striker nomer 9 klasik dikotak pinalti lawan baik dengan sepakan maupun sundulannya.
Beban Ekspektasi Yang Terjawab
Melihat kedalaman tim yang dimiliki membuat Persib Bandung menanggung beban ekspektasi tinggi bagi seluruh pendukungnya untuk memenangkan liga. Ekspektasi ini dibalas Persib dengan memenangkan kejuaraan Super League. Persib yang dari dimulainya paruh kedua Super League di peringkat satu tak mengalami kekalahan sampai akhir musim. Hasil ini tak lepas dari performa Persib yang menanjak dengan matangnya permainan, kapabilitas pemain, taktik Bojan Hodak sampai dengan konsistensi yang diraih. Dari 17 laga yang dijalani di paruh musim kedua, skuad asuhan Bojan Hodak mampu memenangkan 12 kemenangan dan 5 hasil imbang.
Meski begitu persaingan gelar juara Persib harus menemui jalan terjal. Walaupun mereka mampu berada di peringkat 1 liga sampai akhir tapi pesaing terdekatnya seperti Borneo FC mampu menempel ketat Persib sampai dengan akhir musim. Persib dan Borneo mengakhiri musim 25-26 dengan raihan angka yang sama sebesar 79 poin. Kendati menang selisih gol dari Maung Bandung akan tetapi Pesut Etam kalah head to head dari Persib. Kedua tim ini telah bertemu sebanyak 2 kali di ajang Super League dengan catatan Persib mampu meraih kemenangan atas Borneo FC di kandangnya pada pertemuan pertama dan bermain imbang di Samarinda.
Hasil ini cukup membuat Persib menjadi juara Super League musim 25-26. Hasil ini juga membuat Persib menjadi tim dengan gelar juara liga terbanyak setelah penyatuan Liga di tahun 1994 dengan raihan 5 gelar juara. Torehan ini menjadikan Persib satu-satunya tim yang mampu meraih gelar juara terbanyak dari peserta Super League lainnya. Gelar juara ini memang seharusnya datang ke kota Bandung untuk ketiga kalinya secara beruntun karena kualitas tim baik dari pemain dan juga pelatih yang dimiliki.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.