Sumber Gambar: @uefa
Minggu, (31/05), pertandingan final Champions League yang dihelat di Puskas Arena, Budapest mempertemukan juara bertahan Champions League yakni Paris Saint-Germain melawan juara Premier League musim ini Arsenal. Laga final ini adalah pertemuan ke-8 dari kedua tim saling bertemu dikompetisi Eropa. Skuad asuhan Mikel Arteta dan Luis Enrique dilaga ini tampil dengan kekuatan penuh. Arsenal memainkan 11 pemain utamanya dengan formasi 4-2-3-1 dan PSG menggunakan formasi 4-3-3.
Dalam pertandingan final yang baru berjalan 5 menit ini, The Gunners membuka keunggulan melalui sepakan Kai Havertz yang memanfaatkan clearance tak sempurna kapten PSG yakni Marquinhos sehingga memantulkan bola kearah Leandro Trossard dan dengan cepat mengumpan bola ke pemain asal Jerman tersebut hingga menjadi gol.
Merespon hal ini Les Parisien bergerak cepat dengan mendominasi jalannya pertandingan dan mereka pun menciptakan banyak peluang namun sayangnya Arsenal mampu bertahan dengan sangat baik dan sesekali menciptakan serangan balik cepat untuk memberikan efek kejut ke gawang PSG.
Di babak kedua PSG tetap memainkan tempo mereka yang mendominasi di babak pertama namun lebih memberikan penetrasi berarti ke pertahanan Arsenal. Penetrasi yang dilakukan secara sporadis dan mematikan ini membuat pertahanan Arsenal kelimpungan secara perlahan dan dimenit 60-an bek arsenal membuat kesalahan dikotak pinalti dengan menjatuhkan pemain PSG, Kvaratskhelia. Momen mendapatkan hadiah pinalti ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh PSG dimana Osmane Dembele mampu mengeksekusi tendangan dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Arsenal melakukan penyegaran tim dengan memasukan Jurrien Timber, Victor Gyokeres, Noni Madueke, Gabriel Martinelli, Martin Zubimendi dan Eberechi Eze menggantikan Christian Mosquera, Martin Odegaard, Bukayo Saka, Leandro Trossard, Myles Lewis-Skelly dan Kai Havertz. Sementara PSG hanya mengganti Kvaratskhelia beserta Osman Dembele dan memasukan Bradley Barcola serta Goncalo Ramos. Hingga akhir pertandingan skor tetap tak berubah dan membuat kedua tim lanjut ke babak tambahan.
Dibabak tambahan PSG baru melakukan banyak perubahan komposisi pemain untuk menjaga tempo permainan. Fabian Ruiz, Vitinha, Marquinhos keluar lapangan dan diganti Warren Zaire-Emery, Lucas Beraldo, Ilya Zabarnyi. Dibabak perpanjangan ini pun tak ada gol yang dapat diciptakan kedua tim meskipun dibabak ini Arsenal & PSG sama-sama bermain terbuka dan pada akhirnya laga harus dilanjutkan ke babak adu pinalti.
Dibabak adu pinalti algojo yang disiapkan Arsenal yaitu Victor Gyokeres, Eberichi Eze, Declan Rice, Gabriel Martinelli dan Gabriel Magalhaes sementara algojo PSG adalah Goncalo Ramos, Desire Doue, Nuno Mendes, Achraf Hakimi dan Lukas Beraldo.
Hasil dari babak pinalti ini 4 dari 5 penendang PSG mampu mengeksekusi dengan baik dimana 4 pemain ini adalah Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, Lukas Beraldo. Sementara dikubu Arsenal hanya Victor Gyokeres, Declan Rice, Gabriel Martinelli yang mampu menjebol gawang Matvey Safonov dalam adu pinalti ini.
Dengan skor akhir 4-3 dari adu pinalti ini, PSG mampu untuk mempertahankan piala si kuping besar agar tetap di kota Paris. Capaian ini pun membuat mereka menjadi satu-satunya tim asal Prancis yang memenangkan Champions League back to back.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.