Sumber Gambar: @scutorreense
Minggu, (24/05). Pertandingan Piala Portugal yang dihelat di Estadio Nacional di Oeiras kota pinggiran Lisbon memberikan sejarah tak terduga. Pasalnya tim yang diunggulkan dalam turnamen ini Sporting CP harus mengakui kekalahan dari tim divisi 2 Torreense dengan skor akhir 1-2.
Dilaga ini kedua tim bermain dengan skuad terbaiknya dimana Sporting CP yang memiliki skuad bernilai 466 juta Euro dan tanpa ada pemain yang absen karena cedera melawan Torreense dengan skuad bernilai 9.58 juta Euro. Dilaga ini Torreense membuka keunggulan melalui Zohi dimenit ke-4 setelah peluit dimulainya pertandingan dibunyikan wasit. Sporting CP sendiri baru bisa membalas skor dimenit 54 dari pemain mereka yang mencetak gol yakni Luis Suarez.
Sampai dengan menit tambahan yang diberikan wasit pada babak kedua, Sporting CP dan Torreense yang bermain di final ini tak ada satupun yang mencetak gol kemenangan dan karena ini babak extra time harus ditempuh kedua tim. Dimenit 109 pemain Sporting CP, Araujo mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran dan menyebabkan Sporting CP hanya bermain dengan 10 pemain.
Unggulnya jumlah pemain yang ada dilapangan ini mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Torreense dan dimenit 113. Klub yang bermarkas di Estadio Manuel Marques ini mendapatkan pinalti dan pemain mereka Stopira mampu mengeksekusi tendangan dari titik 12 pas ini dengan baik dan sepakan ini menutup pertandingan final dengan kemenangan bagi skuad asuhan Luis Tralhao.
Hasil yang sangat mengejutkan ini tentunya mencatatkan sejarah baru bagi tim yang telah berdiri 109 tahun silam. Klub ini tidak pernah mendapatkan trofi bergengsi semenjak mereka berdiri dan prestasi yang paling bagus mereka miliki yaitu juara Liga 3 Portugal musim 21-22.
Torreense sendiri menjadi tim ke dua dari liga kasta kedua Portugal yang mampu menyabet gelar juara Piala Portugal. Sebelum mereka klub Leixoes SC mampu menjuarai turnamen ini di tahun 1961 dimana mereka mengalahkan FC Porto di partai final. Kemenangan Torreense ini membuat mereka mendapat satu spot di kompetisi Europa League. Apa yang dilakukan Torreense ini mengingatkan kembali kepada Birmingham City yang meskipun bermain di kasta kedua inggris namun mereka berhak tampil di Europa League setelah menjuarai Piala FA dimana mereka mengalahkan Manchester City di final.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.