Sumber Gambar: @heartofmidlothian
Tak ada yang menyangka jika liga Primer Skotlandia akan mengejutkan penggemar sepak bola dengan cerita patah hati yang sangat dalam. Scottish Premiership selama bertahun-tahun hanya dikuasai oleh tim asalh Glassgow yakni Rangers & Celtic. Namun, dimusim 25/26 dominasi kedua klub ini hendak akan dipatahkan oleh tim dari kota Edinburgh, Heart of Midlothian.
Awal Kisah
Cerita bermula dari seorang investor yang telah melanglang buana dengan metodenya mengelola klub yakni Tony Bloom yang ingin mengubah tim yang berdomisili di timur Skotlandia ini dengan menggunakan metode berbasis data analisis untuk merekrut pemain. Cara yang ia gunakan ini telah mampu berjalan dengan baik di Brighton & Hove Albion dan juga Union Saint-Gilloise. Dengan sistem yang telah menemukan bakat-bakat terpendam ini dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan tim untuk meraih prestasi diluar ekspektasi banyak orang. Tony Bloom sendiri berharap jika formula jitunya mampu membuat tim ini menjadi seperti tim yang ia punya.
Perekrutan pemain pun akhirnya dilaksanakan di awal musim. Pemain seperti Alexander Schwolow, Claudio Braga, Ageu, Jordi Altena, Christian Borchgrevink, Alexandros Kyziridis, Oisin McEntee, Elton Kabangu, Marc Leonard, Stuart Findlay datang baik dengan status diibeli, pinjaman maupun didapat secara free transfer. Pembelian pemain yang sangat banyak ini diharapkan akan mampu merubah performa tim dengan signifikan dan benar saja dari 4 pertandingan yang dilakoni Heart of Midlothian mereka mampu meraih 4 kemenangan beruntun di kompetisi Scottish League Cup dengan mencetak 4 gol per pertandingan dan hanya kebobolan satu saja. Namun, hasil ini tentunya belum menunjukan keabsahan metode transfer yang digunakan. Pasalnya, tim ini hanya melawan tim dari divisi bawah.
Pembukaan Awal Musim Yang Sedikit Ternodai
dilaga pembuka kompetisi Scottish Premiership. Heart of Midlothian menjamu Abeerden dan mampu meraih poin maksimal dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk The jam Tarts dan dipertandingan kedua ketika mereka melawat ke Dundee untuk melakoni laga melawan Dundee United, tim asuhan Derek McInnes ini mampu meraih kemenangan tipis 2-3 dari sang tuan rumah. Berbekal kemenangan ini Heart of Midlothian tampak sangat yakin untuk menghadapi St. Mirren di laga Scottish League Cup namun nahasnya dilaga ini justru St. Mirren lah yang memenangkan laga lewat adu pinalti 6:5. Dilaga laga lanjutan Scottish Premiership pun Heart of Midlothian masih tak bisa mendapatkan kemenangan. Dipekan ke-3 mereka bermain imbang dikandang sendiri menghadapi Motherwell dengan skor akhir 3-3.
Dari 2 laga yang dilalui sedikit menimbulkan pertanyaan apakah metode jitu sang investor mampu menaklukan kerasnya sepak bola skotlandia dan dari publik sendiri mereka melihat Heart of Midlothian hanya tim yang sedang bagus saja namun mereka hanya seperti klub lain di Skotlandia yang hanya melengkapi duopoli tim kota Glassgow. Meskipun ekspektasi dari orang-orang kembali normal bahkan menganggap angin lalu, pada akhirnya Heart of Midlothian mampu meraih kemenangan pada pekan ke-4 dimana mereka menghadapi Livingston dilaga away dengan kemenangan 1-2. Namun, setelah kemenangan ini mereka harus melawat ke kandang sang pemilik 28 trofi Scottish Premiership, Glassgow Rangers.
Angin Glassgow Yang Merubah Cerita
Pada pekan ke 5 tepatnya tanggal 13/09. Heart of Midlothian telah ditunggu sang raksasa biru asal Glassgow. Berbekal 3 kemenangan dari 5 pertemuan terakhir Heart nampak sangat yakin melakoni laga ini meskipun harus diganggu dengan gemuruh riuh pendukung Rangers yang memadati stadion hingga 50.000. Benar saja baru 2 menit berjalan Heart of Midlothian mampu menunjukan keagresifannya melalui sepakan umpan silang Kyziridis yang mampu dimanfaatkan oleh Cammy Devlin dan disundul Craig Halkett namun sayangnya masih diatas mistar gawang. Dengan awalan yang meyakinkan ini Heart menjadi berani untuk mencoba mengoyak gawang Rangers lalu dimenit 21 Lawrence Shankland mampu menciptakan gol dan membuat kedudukan berubah 0-1 dan sampai turun minum skor masih bertahan untuk kemenangan Heart.
Ketika babak kedua berlangsung demi mempertahankan keunggulannya Heart merubah permainannya menjadi dominan bertahan rapat dan sesekali melakukan serangan baik dengan klinis. Taktik ini nampaknya sangat berhasil karena dengan rapatnya barisan pemain Heart Rangers menjadi sangat ugal-ugalan dalam menyerang dan ketika mereka terlena maka Heart memanfaatkan hal itu. Dimenit 82 wasit menunjuk titik putih setelah Harry Milne pemain Heart dijatuhkan dikotak pinalti dan Shankland sang pencetak gol pertama menjadi eksekutor. Sempat ditepis oleh kiper Rangers namun Shankland berhasil menyambar bola muntah dan menciptakan gol kedua bagi Heart dan skor 0-2 pun menjadi penutup di stadion Ibrox kala itu. Laga ini pun membuat Heart mampu untuk bertahan dipapan atas dan membuat rekor untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir Heart mampu mengalahkan Rangers dikandang sendiri.
Dominasi Tak Wajar Dari Si Merah Asal Edinburg
Berbekal kemanangan ini Heart menjadi sangat yakin untuk melakoni laga selanjutnya. Dalam 3 pertandingan setelah kemenangan bersejarah di Glassgow mereka tak pernah meraih kekalahan sama sekali dimana mereka mampu meraih poin penuh dari Falkirk, Hibernian dan Kilmarnock. Dengan rentetan kemenangan ini Heart nampak percaya diri ketika akan menghadapi Glassgow Celtic di pekan ke-9 di kota Edinburgh tempat mereka berasal. Dilaga ini Heart mampu mencatatkan 3 gol ke gawang Celtic dan hanya kebobolan satu saja. Hasil ini membuat mereka akhirnya berada dipuncak teratas Scottish Premiership diera modern.
Kemenangan dari Celtic ini membuat Heart menjadi tampil percaya diri dam semakin digdaya selama kompetisi berlangsung tercatat setalah kemenangan melawan Celtic, Heart mampu meraih 7 kemenangan, 4 hasil imbang dan 2 kali kalah sebelum Bulan Januari 2026. Catatan impresif ini tentunya dilanjutkan oleh tim dengan meraih 3 kemenangan beruntun selama bulan januari di liga dan mampu bertahan selama 225 hari di puncak klasemen liga dan hasil ini tentunya sangat impresif dari klub yang dipandang sebelah mata tapi sekarang mampu memutus dominasi Glassgow dimana Rangers dan Celtic berada diperingkat 2 & 3 klasemen sementara hingga penentuan juara diakhir musim. Akan tetapi semua capaian manis layaknya dongeng sebelum tidur ini harus kandas dihari ke-226.
Dongeng yang berakhir di Hari Ke-226
Dominannya Heart sepanjang 3 ronde Scottish Premiership membuat mereka menjadi penentang serius untuk mendapatkan trofi. Dari 33 laga yang dilakui dalam babak reguler, Heart mampu meraih 70 poin dan hanya selisih 1 poin saja dari Rangers diperingkar kedua. Dengan raihan ini Heart dan 5 peserta dari peringkat 1-6 akan maju ke babak Championship. Dibabak ini Heart tampil sangat meyakinkan dengan 4 kali pertemuan yang dilakukan mereka mampu menyapu 3 kemenangan dan 1 hasil imbang. Dipertandingan terakhir mereka hanya membutuhkan hasil imbang saja dari Celtic. Dalam perebutan juara ini Celtic meskipun telah berganti pelatih mereka dianggap tidak akan bisa mengejar Heart yang dari awal musim sudah tampil meyakinkan berbeda dengan mereka yang sempat mengalami turbulensi dalam tim. Meski begitu secercah harapa masih bisa mereka dapatkan untuk menjuarai liga namun dengan syarat Celtic harus menumbangkan Heart dengan skor berapapun.
Dipertandingan pamungkas, Heart yang tengah melawan Celtic mampu mencetak gol lebih dahulu melalui Shankland dimenit 43. Akan tetapi Celtic merespon gol yang bersarang digawangnya dengan mencetak gol melalui titik putih yang dieksekusi dengan baik oleh Arne Engels dimenit 45+4 dan membuat skor kembali imbang 1-1 sampai turun minum. Skor inipun bertahan hingga menit 85-an. Terdengar sorak sorai pendukung Heart begemuruh riuh dengan pasti di kandang Celtic. Trofi yang mereka idamkan sejak lama kini telah berada didepan mata mereka untuk dimiliki. Namun, semua mimpi dan harapan Heart baik pemain maupun fans sirna seketika. Daizen Maeda mampu membuat keunggulan berbalik ke Celtic dimenit ke 87. Tak tinggal diam Heart mempertaruhkan segalanya dengan bermain lebih menyerang sampai kiper mereka juga ikut bermain dan maju ke kotak pinalti lawan.
Dengan skema yang terus menyerang Celtic dari beragam sisi Heart akhirnya mampu mendapatkan secercah harapan dimana menjelang laga berakhir mereka mendapat tendangan pojok. Semua pemain tanpa terkecuali kiper maju ke kotak pinalti Celtic untuk mendapatkan bola dan memasukan ke gawang mereka, begitulah harapannya. Sayangnya bola sepakan dari tendangan sudut mampu dientahkan pemain Celtic dan melihat gawang yang kosong tak terkawal siapapun Celtic melakukan skema menyerang balik mematikan dan Callum Osmand pemain Celtic menutup laga dengan tendangannya dan membuat harapan kecil Celtic untuk meraih trofi tercapai namun membunuh dengan kejam mimpi Heart of Midlothian.
Sontak laga yang berjalan dengan banyaknya drama ini membuat publik menjadi gempar pasalnya Celtic yang tak diharapkan juara nyatanya bisa memenangkan liga disatu sisi Heart yang memimpin tabel klasemen sepanjang musim selama 225 hari terpaksa harus menyudahi perjalananya di hari ke 226 diperingkat 2. Masih banyak yang tak terpercaya dengan kisah penuh twist dari pulau Britania bagian utara ini. Semua tertegun entah penonton netral, pendukung Heart maupun Celtic. Hasil ini tentunya sangat menyakitkan bagi pendukung Heart dimana tak ada yang menyangka jika mimpi mereka yang sedekat itu harus sirna dalam sekejap begitu gampangnya.
Meskipun akhir ini tak berujung indah namun semua harus mengangkat topi untuk klub asal Edinburgh satu ini pasalya sepanjang era modern liga Skotlandia tak pernah ada tim diluar kota Glassgow yang mampu menjadi penentang serius Celtic maupun Rangers. keajaiban yang dilakukan Heart tentunya membuat liga Skotlandia yang jenuh mendapatkan atensi publik kembali dengan perjuangan yang dilakukan mereka. Menilik ke belakang ada satu waktu liga Skotlandia digemparkan dengan sebuah tim yang tak pernah terdengar namun mampu membuat mimpi buruk bagi Celtic dan Rangers periode 1979-1985 dimana teror ini dilakukan oleh Abeerden yang saat itu dilatih oleh manajer legendaris sepanjang masa asal Britannia Raya, Sir Alex Ferguson.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.