Sumber Gambar: BRIN
Istilah "keripik BRIN" mendadak ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi sorotan publik. Berbagai respons kritis bermunculan dari warganet yang mempertanyakan relevansi hasil riset olahan pangan sederhana seperti keripik singkong dengan kapasitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga riset negara.
Menjawab isu yang berkembang, BRIN menegaskan bahwa produk yang ditampilkan dalam pameran inovasi tersebut bukan sekadar produk keripik biasa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada pemuliaan varietas tanaman unggul—seperti singkong dan ubi—yang memiliki daya tahan tinggi terhadap hama, nilai gizi lebih optimal, serta produktivitas tinggi demi mendukung kesejahteraan para petani lokal.
Melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP), BRIN juga aktif mendorong efisiensi teknologi pengolahan pangan bagi pelaku UMKM. Penelitian ini mencakup pembuatan tepung bebas gluten (gluten-free), peningkatan standar mutu keripik untuk pasar ekspor, hingga pengembangan kemasan ramah lingkungan (bioplastik) berbasis pati singkong guna mendukung diversifikasi pangan nasional.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.