Pasar Kripto Fluktuatif, Investor Indonesia Makin Selektif Cari Aset Likuid

Bagikan:
📅 31 Jul 2026 • 👁️ 49 views • 🏷️ Jogja • ✍️ ojan Sumber Gambar:

Pergerakan pasar aset digital yang cenderung fluktuatif belakangan ini mengubah perilaku dan strategi para investor kripto. Menghadapi dinamika pasar, investor kini cenderung lebih berhati-hati serta memprioritaskan aset dengan likuiditas dan fleksibilitas yang tinggi.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) dalam kurun waktu 24 jam terakhir tercatat menguat 1,24% ke level US$ 64.763 (sekitar Rp1,16 miliar). Kendati menguat secara harian, dalam rentang perdagangan sepekan terakhir harga Bitcoin masih mengalami koreksi tipis sebesar 0,25%.

Data dari platform Bittime mencatat bahwa sepanjang bulan Juli 2026, harga Bitcoin terus bergerak relatif stagnan di kisaran US$ 60.000 hingga US$ 68.000.

Pergeseran Preferensi Perdagangan

Kondisi pasar yang naik-turun ini mendorong terkonsentrasinya transaksi pada aset-aset kripto utama (blue-chip) dan stablecoin, seperti:

Bitcoin (BTC)

Ethereum (ETH)

Solana (SOL)

Tether (USDT)

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengungkapkan bahwa pergeseran ini menandakan investor lokal kian selektif dalam mengalokasikan portofolio mereka. Pasangan perdagangan IDR-USDT juga menjadi pintu masuk krusial bagi investor untuk memindahkan dana secara cepat dari rupiah ke aset digital maupun sebaliknya.

"Data kami menunjukkan aktivitas semakin terkonsentrasi pada aset utama. Hal ini menunjukkan investor semakin selektif dan terus menyesuaikan strategi mereka dengan dinamika serta tekanan likuiditas pasar," jelas Ryan.

Tokenized US Stocks Jadi Alternatif Favorit

Selain aset kripto utama, minat masyarakat terhadap saham AS yang ditokenisasi (Tokenized US Stocks) mengalami lonjakan signifikan. Transaksi produk ini di Bittime melonjak hingga 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun lima Tokenized US Stocks yang paling diminati investor meliputi:

SPCXX

NVDAX

CRCLX

MSTRX

AAPLX

Daya tarik aset global ini juga didukung oleh fitur flexible earn dengan penawaran imbal hasil hingga 7% untuk Tokenized AI Stocks, memberikan alternatif diversifikasi yang menarik bagi investor di tengah pasar kripto yang fluktuatif.


📰 Berita Terkait
Jogja
DPR Sepakati Anggaran BGN 2027 Tembus Rp240,2 Triliun
Jogja
Menantu Kiai Resmi Ditahan dalam Kasus Pemerkosaan Eks Santr...
Jogja
Sesosok Mayat Ditemukan di Lahan yang Terbakar di Sleman
Jogja
Satu Penumpang KM Virgo Transport 8 Berhasil Ditemukan Selam...
Jogja
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Beruntun, Status Berada...