Sumber Gambar: KOPDES
Kinerja operasional Koperasi Desa (Kopdes) di sejumlah daerah menuai kritik dari masyarakat. Hingga memasuki pekan keempat bulan Agustus 2026, jajaran manajer Kopdes yang telah dilantik dilaporkan belum juga mengaktifkan roda pelayanan dan kegiatan usaha secara efektif.
Kondisi vakum ini memicu kekhawatiran dari warga desa setempat, mengingat Kopdes diproyeksikan sebagai pilar utama penguat ekonomi warga serta penyalur bantuan usaha mikro. Belum bergeraknya jajaran manajemen menyebabkan berbagai program kerja strategis yang telah dianggarkan menjadi tertunda.
Belum aktifnya manajer koperasi berdampak langsung pada terhentinya proses pencairan modal usaha kecil, pengelolaan unit usaha desa, hingga distribusi sarana produksi bagi anggota koperasi.
Sejumlah perwakilan warga dan tokoh masyarakat mendesak dinas terkait serta pemerintah desa setempat untuk segera melakukan evaluasi kinerja. Pengawasan ketat diperlukan agar posisi manajer Kopdes tidak sekadar menjadi formalitas jabatan tanpa realisasi program kerja.
Pemerintah daerah mengimbau jajaran pengurus dan manajer Kopdes untuk segera menyelesaikan kendala administratif atau teknis internal. Pengurus diharapkan segera merealisasikan program kerja sebelum memasuki akhir triwulan ketiga demi menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.