Sumber Gambar:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas secara signifikan. Dalam durasi 24 jam, area terdampak bertambah seluas 250 hektare, sehingga akumulasi lahan terimbas sejak awal kejadian mencapai sekitar 500 hektare.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa mayoritas lahan yang hangus merupakan vegetasi padang savana dan alang-alang kering. Kondisi ini membuat kobaran api cepat menjalar saat terhempas angin kencang. Titik api terpantau menyebar di beberapa lokasi strategis, mulai dari kawasan Watangan hingga wilayah B29 serta kawasan Penanjakan.
Guna menjinakkan api yang masih menyala, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, hingga BPBD mengerahkan upaya pemadaman darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemprov Jatim menurunkan tiga unit helikopter water bombing yang mengambil pasokan air dari Ranu Regulo untuk menyiram titik api di medan sulit.
Dampak dari eskalasi kebakaran ini, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan total seluruh akses masuk wisata Bromo dari empat penjuru pintu masukโProbolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mempermudah lalu lintas penanganan bencana. Pihak pengelola memberikan opsi reschedule atau pengembalian dana penuh (refund) bagi wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket secara daring.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.