Sumber Gambar:
Pasar energi global kembali bergejolak seiring meningkatnya ketidakpastian jalur logistik minyak di Selat Hormuz. Penutupan perairan strategis tersebut oleh Iran berujung pada lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini merangkak mendekati level US$ 85 per barel.
Berdasarkan pergerakan pasar komoditas, acuan minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan sebesar 1,44 persen atau US$ 1,20 hingga menyentuh US$ 84,79 per barel. Tren kenaikan juga terjadi pada acuan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang menguat 1,08 persen ke posisi US$ 79,29 per barel.
Akar dari lonjakan harga ini dipicu oleh ketatnya pembatasan akses di Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC). Pihak militer Iran menegaskan tidak akan membuka perlintasan utama tersebut bagi kapal-kapal Amerika Serikat sebelum serangkaian tuntutan, termasuk kompensasi atas kerugian konflik, dipenuhi.
Meski pihak Teheran dilaporkan tengah memfinalisasi regulasi navigasi baru bersama Oman, kepastian berlayar bagi armada AS masih bergantung pada hasil diplomasi bertahap. Ketegangan yang masih membara di koridor maritim Timur Tengah ini diprediksi akan terus membayangi stabilitas harga energi dunia dalam beberapa waktu ke depan.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.