Sumber Gambar: Badan Statistik Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data statistik sektor perumahan terbaru untuk tahun 2026. Hasil pendataan menunjukkan angka kekurangan kepemilikan hunian (backlog) di Indonesia mengalami perbaikan dengan penurunan sebanyak 350 ribu rumah tangga dibandingkan tahun sebelumnya.
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah atau backlog kepemilikan (backlog 1) saat ini berada di angka 9,29 juta rumah tangga, atau setara dengan 12,39 persen secara nasional. Angka ini menyusut dari posisi tahun 2025 yang sebelumnya mencatatkan 9,64 juta rumah tangga (13 persen).
Selain indikator kepemilikan, BPS juga memaparkan kondisi kelayakan hunian (backlog 2). Tercatat sebanyak 18,01 juta rumah tangga (24,03 persen) telah memiliki rumah sendiri namun dalam kondisi tidak layak huni. Angka tersebut turut mengalami penurunan dari tahun lalu yang sebelumnya mencapai 18,77 juta rumah tangga.
Pemutakhiran data statistik ini menjadi landasan strategis bagi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah. Penurunan angka backlog menjadi indikator positif bagi efektivitas penyaluran berbagai skema bantuan perumahan subsidi serta program pemugaran rumah tidak layak huni agar makin tepat sasaran.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.