Sumber Gambar:
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di bidang pertanian yang digadang-gadang menjadi solusi efisiensi justru berujung bencana bagi seorang petani. Niat hati ingin memodernisasi lahan pertaniannya, seorang petani justru harus menelan pil pahit setelah sistem irigasi berbasis kecerdasan buatan mengalami kegagalan fungsi (glitch), yang mengakibatkan 10 hektar ladang wijen siap panen miliknya mati total.
Insiden tersebut terjadi setelah sistem AI yang bertugas mengatur jadwal dan volume penyiraman otomatis gagal mendeteksi lonjakan suhu ekstrem di wilayah tersebut. Algoritma pada sistem mengalami error yang membuat katup irigasi terkunci dan menutup aliran air selama beberapa hari tanpa adanya notifikasi peringatan (alert) ke ponsel sang pemilik lahan.
Akibat terhentinya pasokan air secara mendadak di tengah cuaca terik, seluruh tanaman wijen di lahan seluas 10 hektar tersebut mendadak layu, mengering, dan mati mendadak sebelum sempat dipanen. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri Agritech dan para pelaku usaha tani. Meski teknologi AI menawarkan kemudahan automasi, pengawasan manual secara berkala dan sistem peringatan darurat terintegrasi (fail-safe) dinilai tetap wajib diterapkan guna mencegah potensi kegagalan sistematis yang merugikan.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.