Sumber Gambar: PSSI
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah kembali menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). PSSI didenda kali ini karena mengajukan permohonan otorisasi untuk pertandingan internasional tingkat 2 secara terlambat. Sanksi tersebut berkaitan dengan laga Indonesia All Stars melawan Aston Villa yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 1 Agustus 2026. Berdasarkan keputusan AFC tertanggal 10 September 2026, PSSI dinilai melanggar prosedur otorisasi pertandingan internasional sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Regulasi AFC.
Atas pelanggaran tersebut, PSSI diwajibkan membayar denda sebesar 1.500 dolar AS atau sekitar Rp26,6 juta. AFC menyatakan pelanggaran itu berkaitan dengan Pasal 11.15 Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional. Selain itu, AFC mencatat kasus ini dalam dokumen keputusan sebagai pelanggaran kedelapan PSSI selama periode residivisme. Artinya, keterlambatan pengajuan otorisasi tersebut bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, PSSI juga pernah menerima denda dengan nominal yang sama karena terlambat mengajukan otorisasi laga Timnas Indonesia U-23 kontra Mali U-23 pada November 2025. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan administrasi pertandingan internasional kembali menjadi perhatian AFC. PSSI perlu memastikan proses pengajuan dilakukan sesuai tenggat dan ketentuan yang berlaku agar pelanggaran serupa tidak terjadi pada agenda internasional berikutnya.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.