Jawaban Mancini Sang Allenatore Baru Gli Azzurri

Bagikan:
πŸ“… 05 Aug 2026 β€’ πŸ‘οΈ 5 views β€’ 🏷️ Eropa β€’ ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: @vladienne

Akhirnya, Roberto Mancini kembali lagi menakhodai Timnas Italia. Dalam sesi perkenalan resminya sebagai pelatih Gli Azzurri yang baru, pelatih berusia 61 tahun itu langsung menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi perhatian, yaitu tentang keputusannya yang tiba-tiba untuk meninggalkan Italia tiga tahun lalu. Selain itu, Mancini tidak menghindari masalah tersebut dan memilih untuk memberikan jawaban secara terbuka.

"Saya ingin menghemat waktu kalian, karena saya membayangkan pertanyaan yang ingin kalian ajukan semuanya sama," ujar Mancini mengawali konferensi persnya. 

Dia menyatakan bahwa kegagalan untuk berkomunikasi dengan Gabriele Gravina, presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) adalah sumber masalah saat itu. Mancini percaya bahwa keadaan dapat berubah jika keduanya berkumpul untuk berbicara secara langsung. 

"Apa yang terjadi tiga tahun lalu adalah kurangnya komunikasi antara Presiden Gabriele Gravina dan saya. Jika kami berbicara langsung, semuanya mungkin akan berjalan berbeda," katanya.

Mancini mengakui bahwa meninggalkan Gli Azzurri adalah keputusan yang salah. Dia percaya bahwa Timnas Italia memiliki makna yang jauh lebih besar daripada hanya sebagai sebuah pekerjaan melatih saja. 

"Tim nasional Italia sangat penting. Rasanya seperti kehilangan cinta dalam hidup. Itu berarti Anda melakukan kesalahan. Tidak peduli seberapa baik pencapaian sebelumnya, jelas ada sesuatu yang salah," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh publik Italia atas polemik yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Kini, kesempatan untuk kembali dipercaya memimpin Gli Azzurri dianggap sebagai jalan untuk memperbaiki semuanya.

"Saya meminta maaf atas semua yang terjadi selama tiga tahun terakhir. Namun, takdir dan MalagΓ² memberi saya kesempatan untuk mencoba lagi. Saya akan berusaha membawa Nazionale kembali ke tempat yang seharusnya."

Mancini tidak hanya berbicara tentang masa lalu tetapi juga membahas rencananya untuk membangun kembali Italia. Ia berharap dapat menampilkan permainan yang menyerang dan menarik, seperti yang dia lakukan saat membawa Gli Azzurri ke juara Piala Eropa 2020. Dia menyatakan bahwa Italia masih memiliki banyak pemain berkualitas dan generasi muda yang siap berkembang.

"Saya ingin membentuk tim yang mampu melakukan apa yang kami lakukan pada 2021. Skuadnya ada, bakatnya ada, dan banyak pemain muda juga tersedia. Bermain sepak bola yang bagus dan positif adalah tujuan kami."

Mancini menyadari bahwa keputusannya untuk kembali tidak akan diterima secara langsung oleh semua orang. Namun, ia berharap kinerja tim di lapangan dapat memengaruhi opini publik.

"Saya adalah pelatih Nazionale. Saya sadar akan ada orang-orang yang menentang saya. Saya akan mencoba membuat tim bermain sangat baik sehingga mereka kembali jatuh cinta dan mungkin bisa memaafkan saya atas apa yang terjadi."

Ia juga mengapresiasi kehadiran Claudio Ranieri yang kini menjabat sebagai direktur teknik Timnas Italia. Menurut Mancini, keputusan Ranieri menolak tawaran menjadi pelatih tahun lalu justru membuka jalan bagi keduanya untuk bekerja sama saat ini.

Mengenai masa depannya, Mancini memastikan tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk kembali memimpin Italia. Ia telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dan berharap dapat mempersembahkan gelar sebelum masa baktinya berakhir.

"Kami sekarang menandatangani kontrak empat tahun. Saya berharap bisa menjuarai satu atau dua trofi dan, jika memungkinkan, tetap bertahan setelah itu."

Mancini menutup konferensi pers dengan mengingatkan bagaimana Italia dipandang sebelah mata sebelum memenangkan Piala Eropa 2020. Karena itu, dia optimistis bahwa Gli Azzurri dapat kembali menjadi tim yang dihormati seperti sedia kala. Ia berujar kedepannya Italia akan dianggap sebagai salah satu tim yang paling berbahaya bahkan jika mereka berhasil lolos ke Piala Dunia mendatang, meskipun mereka mungkin bukan tim favorit utama. Target terdekatnya adalah membawa Italia lolos ke Piala Eropa usai Nations League, sebelum kemudian membangun tim yang siap bersaing di Piala Dunia.


πŸ“° Berita Terkait
Eropa
Jawaban Mancini Sang Allenatore Baru Gli Azzurri
Indonesia
Kekalahan Atas Persib Perburuk Rekor Persija
Spanyol
Khedira Gabung Staf Kepelatihan Mourinho
Eropa
Lazio Lirik Pinamonti
Eropa
Salah Perkuat Trabzonspor, Pavlidis Dipantau Fenerbahce