Sumber Gambar: @brisuperleague
Jumat (22/05), PSIM Yogyakarta bertandang ke Malang untuk menjalani pekan terakhir Super League melawan Arema FC. Dibabak pertama Singo Edan mampu membuka gol melalui striker barunya Joel Vinicius dimenit ke-4 setalah kick off berlangsung memanfaatkan assist pemain terbaik Arema saat ini Dalberto. Dibabak kedua Singo Edan mampu menambah keunggulan lewat Dalberto yang tengah on-fire dimenit 49 dan skor menjadi 2-0 untuk tuan rumah. 5 menit kemudian Laskar Mataram mampu memperkecil kedudukan melalui Derry Corfin yang memanfaatkan assist dari Nermin Haljeta yang baru masuk dibabak kedua dan mengubah skor menjadi 2-1. Menjelang akhir laga Arema menambah keunggulan dengan gol dari pemain mereka asal Brazil, yakni Valdeci yang mendapat umpan dari Dalberto dan mengubah skor menjadi 3-1.
Meskipun tampil mendominasi dalam laga ini dengan raihan 63% penguasaan bola yang dilakukan tim asuhan Van Gastel dan mampu melesakan 17 shoot berbanding tipis dengan shoot yang dilakukan Arema sebanyak 16 shoot, PSIM harus mengakui keefektifan permainan Arema dengan penguasaan bola sedikit namun mereka mampu memberikan 6 shoot on target ke arah gawang dan 3 diantaranya menjadi gol berbeda dengan PSIM yang melesakan 5 shoot on target akan tetapi hanya mampu menjebol 1 gol saja ke gawang tim yang dilatih Marquinhos Santos.
Dengan raihan tiga poin ini Arema menuntaskan musim 25/26 dengan duduk diposisi 10 besar dan PSIM sendiri mengakhiri perjalanannya diluar 10 besar klasemen final. Tentunya dengan mampu bertahan di kasta tertinggi Indonesia, PSIM Yogyakarta akhirnya dapat menjawab keraguan publik yang merasa tim ini hanya akan tampil 1 musim saja di Super League.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.