Sumber Gambar: @uefa
Laga final yang mempertemukan dua raksasa asal Inggris dan Prancis ini diakhiri dengan kemenangan bagi tim asal Prancis, Paris Saint-Germain. Klub yang sering dipanggil PSG ini mampu menumbangkan perlawanan Arsenal melalui adu pinalti yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan Les Parisien.
Laga yang digelar di stadion Puskas Arena ini tentunya memiliki ragam fakta menarik bagi tim yang tengah bertanding saat itu. Lalu apa saja fakta menarik dalam laga ini? Mari kita bedah.
Final yang diadakan di Eropa tengah dalam 31 tahun terakhir
Partai puncak Champions League yang dihelat tahun ini adalah laga yang untuk pertama kalinya semenjak tahun 1995 dihelat kembali di Eropa tengah. Di tahun 1995, partai final tersebut dihelat di Austria tepatnya di stadion Ernst-Happel. Dalam laga yang dihelat tahun tersebut skuad muda Ajax Amsterdam berhasil menumbangkan skuad bertabur bintang AC Milan dengan kemenangan tipis 1-0 dimana gol yang tercipta dalam laga tersebut dicetak oleh mantan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
PSG Menjadi satu-satunya tim yang back to back juara setelah 2018
Tim asal ibukota Prancis, PSG menjadi satu-satunya tim yang mampu meraih gelar juara untuk kedua kalinya secara beruntun dalam 8 tahun terakhir. Tim yang mampu meraih prestasi yang sama dengan PSG ini adalah Real Madrid ketika mereka memenangkan Champions League 3 kali beruntun dari musim 15/16 sampai 17/18. Tercatat bek kanan PSG asal maroko yakni Achraf Hakimi menjadi bagian skuad yang memenangkan Champions League musim 17/18 bersama Real Madrid.
Arsenal kembali ke laga final setelah 20 tahun lamanya
Laga pamungkas ini tentunya juga memberikan trivia menarik untuk The Gunners. Tim asal London utara tersebut pada akhirnya dapat kembali merasakan laga final setelah terakhir kali mentas pada tahun 2006 untuk memperebutkan piala si kuping besar. Di laga final tahun 2006 tersebut, Arsenal yang saat itu masih dilatih oleh Arsene Wenger harus mengakui keunggulan FC Barcelona dengan skor akhir 2-1 untuk keunggulan Blaugrana.
Pertemuan pertama kalinya 2 pelatih asal spanyol
Sejak perubahan konsep Champions League modern tahun 1992, baru kali ini dua pelatih asal Spanyol bertemu dipartai final. Meskipun tim asal spanyol dalam beberapa tahun terakhir sering mendominasi juara Champions League yakni FC Barcelona atau Real Madrid namun kedua rakasasa asal Spanyol tersebut jarang bertemu dengan tim lain yang dilatih oleh orang Spanyol kala itu. Tentunya hal ini menjadi rekor baru untuk sepak bola Spanyol. Disatu sisi pertemuan antara Arteta dan Enrique menjadi pertemuan pertama bagi pelatih yang memiliki latar belakang La Masia di era 2020-an.
Hanya ada 2 tim Inggris yang menang melawan tim negara lain di partai final
Dari 12 laga yang menempatkan tim asal Inggris di final Champions League. 5 kemenangan mampu diraih oleh tim Inggris akan tetapi mereka mendapatkan kekalahan sebanyak 7 kali di laga pamungkas ini. Bila dibedah lagi 5 kemenangan yang didapat, 3 diantaranya diraih antara tim sesama inggris yaitu di final 2008 (Manchester United vs Chelsea), final 2019 (Liverpool vs Tottenham Hotspurs, dan final 2021 (Chelsea vs Manchester City). Sementara laga antara tim Inggris yang mampu mendapatkan kemenangan dari tim negara lain hanya 2 saja. Tercatat tim yang mampu menang ini adalah Manchester City yang mengalahkan Inter Milan tahun 2023 dan Chelsea yang menumbangkan Bayern Munchen dikandang raksasa asal Bavaria tersebut tahun 2012.
Kai Havertz satu-satunya pemain Jerman yang mencetak gol dilaga final dalam 5 tahun terakhir
Di pertandingan ini Kai Havertz menjadi satu-satunya pemain asal Jerman yang mampu mencetak gol di laga final Champions League dalam 5 tahun belakangan. Terakhir kali ada pemain Jerman yang mampu mencetak gol dilaga final terjadi di musim 20/21 dimana pertandingan yang mempertemukan Chelsea & Manchester City tersebut berakhir 1-0 untuk kemenangan The Blues. Dilaga ini pemain Jerman yang berhasil mencetak gol kemenangan tersebut adalah Kai Havertz itu sendiri. Dengan gol yang ia cetak di 2 laga final namun berbeda hasil ini membuat ia menjadi big game player dipertandingan final Champions League.
Matvey Safonov satu-satunya pemain Russia yang back to back menang Champions League
Rekor terbaru pun juga diraih oleh kiper PSG, Matvey Safonov. Pasalnya, pemain asal Russia ini menjadi satu-satunya pemain asal negeri Beruang Merah yang mampu meraih gelar Champions League secara beruntun. Terakhir kali ada pemain Russia yang memenangkan turnamen bergengsi ini terjadi ditahun 2016 dimana Denis Cheryshev yang rumornya akan bermain di liga indonesia musim depan mampu meraih trofi tersebut bersama Real Madrid di tahun 2016.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.